Showing posts with label Psycholinguistics. Show all posts
Showing posts with label Psycholinguistics. Show all posts

Monday, January 13, 2020

Understanding of Phonology

  Trevor Harley (2001)

  1. Phonology describes the sound categories each language uses to divide up the space of possible sounds. (p. 28) 
  2. Phonology is the study of phonemes. (29) 
  3. Phonology describes the sound categories each language uses to divide up the space of possible sounds. (p.46) 
  4. Phonology is the study of sounds and how they relate to languages; phonology describes the sound categories each language uses to divide up the space of possible sounds
sussy_phonology

Parviz Birjandi & Mohammad Ali Salmani-Nodoushan (2005)

  1. Phonology is the study of all aspects of the sounds and sound system of a language. It includes two major sub-branches: (a) phonetics, and (b) phonemics. (p.6) 
  2. The abstract nature of phonology implies firm boundaries to the segment, and a straightforward conversion from abstract to concrete (phonemic representation to phonetic representation) as phonetics realizes phonology. (p.143) 

     

     Joan Bybee (2003)

  1. The goal of phonology as conceived by generative theory is to describe the following phenomena: (i) the relations among similar but physically distinct sounds that are nonetheless taken to be ‘the same’ in some sense (allophonic relations), (ii) the relations among variants of morphemes as they occur in different contexts, (iii) phonological units of various sizes -features, segments, syllables, feet, and so on, and (iv) language-specific and universal properties of these relations and units. (p. 19)   

    Linda Shockey (2003)


    1. One could take the stance that phonology deals only with the relationship between sound units in a language (segmental and suprasegmental) and meaning (provided you are referring to lexical rather than indexical meaning). Truly phonological events would then involve exchanges of sound units which made a difference in meaning. (p. 4) 
    2. Phonology could be seen as the study of meaning-changing sound units and their representatives in different environments, regardless of whether they change the meaning, and with no constraints on the relationship between the abstract phoneme and its representatives in speech: anything can change to anything else, as long as the change is regular/predictable, that is, as long as the linkage to the underlying phonemic identity of each item is discoverable. (p.4) 
    3. .Phonology could be seen as the study of meaning-bearing sound units and their representatives in different environments, regardless of whether they change the meaning, with the addition of constraints as to what sorts of substitutions are likely or even possible. (p.5) 
    4. Phonology is the systematic study of the pronunciation/perception targets and processes used by native speakers of a language in everyday life. (p. 10)


    REFERENCES

    Joan Bybee. (2003). Phonology and Language Use. New York: CambridgeUniversity Press.

    Linda Shockey. (2003). Sound Patterns of Spoken English. United Kingdom: Blackwell Publishing.

    Parviz Birjandi & Mohammad Ali Salmani-Nodoushan. (2005). An Introduction to Phonetics. Iran: Zabankadeh Publications.

    Trevor Harley. (2001). The Psychology of Language from Data to Theory. New York: Psychology Press.

Wednesday, March 30, 2016

Pengertian Psikologi, Linguistik dan Psikolinguistik


Pembelajaran bahasa, sebagai salah satu masalah kompleks manusia, selain berkenan dengan masalah kegiatan berbahasa. Sedangkan kegiatan berbahasa itu bukan hanya berlangsung secara mekanistik, tetapi juga berlangsung secara mentalistik. Artinya, kegiatan berbahasa itu berkaitan juga dengan proses atau kegiatan mental (otak). Oleh karena itu, dalam kaitannya dengan pembelajaran bahasa, studi linguistik perlu dilengkapi antardisiplin antar linguistik dan psikologi, yang lazim disebut psikolinguistik. Untuk memahami dengan lebih baik apa psikolinguistik itu terlebih dahulu perlu dibicarakan apa studi psikologi dan apa studi linguistik itu meskipun secara singkat.

PSIKOLOGI

Secara etimologi kata psikologi berasal dari bahasa Yunani Kuno psyche dan logos. kata Psyche berarti ‘jiwa, roh, atau sukma”, sedangkan kata logos berarti “ilmu”. Jadi, psikologi, secara harfiah berarti “ilmu jiwa’, atau ilmu yang objek kajiannya dalah jiwa. Dalam perkembangannya, psikologi telah terbagi menjadi beberapa aliran sesuai dengan paham filsafat yang dianut. Karena itulah dikenal adanya psikologi yang mentalistik, yang behavioristik, dan yang kognitifistik.

Psikolinguistik  Mentalistik

Aliran ini melahirkan aliran yang disebut psikologi kesadaran. Tujuan utama psikologi kesadaran adalah mencoba mencoba mengkaji psoses-proses akal manusia dengan cara mengintropeksi atau mengkaji diri. Oleh karena itu, psikologi kesadaran lazim juga disebut sebagai psikologi intropeksionisme. Psikologi ini merupakan suatu proses akal dengan cara melihat ke dalam diri sendiri setelah suatu rangsangan terjadi.

Psikologi Behavioristik

Aliran ini merupakan aliran yang disebut psikologi prilaku. Tujuan utamanya adalah mencoba mengkaji prilaku manusia yang berupa reaksi apabila suatu rangasangan terjadi, dan selanjutnya bagaimana mengawasi dan mengontrol prilaku itu. Para pakar psikologi prilaku ini tidak mengkaji ide-ide, pengertian, kemauan, keinginan, maksud, pengaharapan, dan segala mekanisme fisiologi, yang dikaji hanyalah peristiwa-peristiwa yang dapat diamati, yang nyata dan konkret, yaitu kelakuan atau tingkah laku manusia.

Psikologi Kognifistik

Aliran ini juga lazim disebut psikologi kognitif mencoba mencoba mengkaji proses-proses kognitif manusia secara ilmiah. Yang dimaksud dengan proses kognitif adalah proses-proses akal (pikiran, berpikir) manusia yang bertanggung jawab mengatur pengalaman dan prilaku manusia. Hal yang utama dikaji oleh psikologi kognitif adalah bagaimana manusia memperoleh, menafsirkan, mengatur, menyimpan, mengeluarkan, dan menggunakan pengetahuannya, termasuk perkembangan dan penggunaan bahasa. 

LINGUISTIK

Secara umum linguistik lazim diartikan sebagai ilmu bahasa atau ilmu yang mengambil bahasa sebai objek kajiannya. Pakar linguistik disebut linguis. Namun perlu dicatat kata linguis dalam bahasa inggris juga berarti ‘orang yang mahir menggunakan beberapa bahasa”, selain bermakna “pakar linguistik”. Seorang linguis mempelajari bahasa bukan dengan tujuan utama untuk mahir menggunakan bahasa itu, melainkan untuk mengetahui kaidah-kaidah struktur bahasa, beserta dengan berbagai aspek dan segi yang menyangkut bahasa itu. Dan seseorang yang mahir dan lancar beberapa bahasa, belum tentu dia seorang linguis kalau dia tidak mendalami teori tentang bahasa. Orang yang seperti ini lebih tepat disebut seorang poligot ‘berbahasa banyak” sebagai dokotomi dari monoglot “berbahasa satu”.

Linguistik bisa kita lihat dengan berbagai cabang linguistik yang dibuat berdasarkan berbagai kriteria atau pandangan. Secara umum pembidangan linguistik itu adalah sebagai berikut:

Pertama, menurut objek kajiannya, linguistik dapat dibagi atas dua cabang besar, yaitu linguistik mikro dan makro. Objek kajian mikro adalah struktur internal bahasa itu sendiri, mencakup struktur fonologi, morfologi, sintaksis, dan leksikon. Sedangkan objek kajian linguistic makro adalah bahasa dalam hubungannya dengan faktor-faktor diluar bahasa seperti faktor sosiologis, psikologis, antropologi, dan neurologi.

Kedua, menurut tujuan kajiannya, linguistik dapat dibedakan atas dua bidang besar yaitu linguistik teoritis dan linguistik terapan. Kajian teoritis hanya ditunjukan untuk mencari atau menemukan teori-teori linguistik belaka. Hanya untuk membuat kaidah-kaidah linguistik secara deskriptif. Sedangkan kajian terapan ditujukan untuk menerapkan kaidah-kaidah linguistik dalam kegiatan praktis, seperti dalam pengajaran bahasa, penerjemahan, penyusunan kamus, dan sebagainya.

Ketiga, adanya yang disebut lingustik sejarah dan sejarah linguistik. Linguistik sejarah mengkaji perkembangan dan perubahan suatu bahasa atau sejumlah bahasa, baik dengan diperbandingkan maupun tidak. Sementara sejarah linguistik mengkaji perkembangan ilmu lingustik, baik mengenai tokoh-tokoh, aliran-aliran teorinya, maupun hasil-hasil kerjanya.

PSIKOLINGUISTIK

Secara etimologi sudah disinggung bahwa kata psikolinguistik terbentuk dari kata psikologi dan kata linguistik, yakni dua bidang ilmu yang berbeda, yang masing-masing berdiri sendiri, dengan prosedur dan metode yang berlainan. Namun, keduanya sama-sama meneliti bahasa sebagai objek formalnya. Hanya objek materinya yang berbeda, linguistik mengkaji struktur bahasa, sedangkan psikologi mengkaji prilaku berbahasa berbahasa atau proses berbahasa.

Psikolinguistik mencoba menguraikan proses-proses psikologi yang berlangsung jika seorang mengucapkan kalimat-kalimat yang didengarkannya pada waktu berkomunikasi, dan bagaimana kemampuan berbahasa itu diperoleh oleh manusia (Slobin, 1974; meller, 1964; Slama cazahu, 1973). Maka secara teoretis tujuan utama psikolingustik adalah mencari satu teori bahasa yang secara linguistic bisa diterima dan secara psikologi dapat menerangkan hakikat bahasa dan pemerolehannya. Dengan kata lain psikolinguitik mencoba menerangkan hakikat struktur bahasa, dan bagaimana struktur ini diperoleh, digunakan pada waktu bertutur, dan pada waktu memahami kalimat-kalimat dalam pertuturan itu.

 DAFTAR PUSTAKA

Linguistik dalam kajian Teori Pmebelajaran Psikolinguistik http://susiati-abas.blogspot.co.id/

Apa Hakikat Linguistik sebagai Ilmu Bahasa?

  Apa Hakikat Linguistik sebagai Ilmu Bahasa?   Manusia yang selalu berkomunikasi menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi tentunya akan d...